6 CABANG UNIVERSITAS AL-IMAM DI PENJURU DUNIA

 6 CABANG UNIVERSITAS AL-IMAM DI PENJURU DUNIA


Untuk mewujudkan misinya, Universitas Al-Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, KSA, membuka beberapa kampus cabang untuk program pendidikan tinggi di berbagai belahan dunia. Barangkali, Universitas Al-Imam adalah satu-satunya Universitas Arab Saudi yang melakukan hal ini. Terhitung sudah ada 6 Negara yang pernah menjadi lokasi cabangnya, berikut ulasan singkatnya kami urutkan berdasarkan urutan tahun berdirinya:


1. UNI EMIRAT ARAB

Lokasi: Ra’s Al-Khaymah, UEA. Nama Lembaga: Jami’ah al-Imam Muhammad bin Su’ud. Tahun berdiri: 1968. Program Pendidikan: S1 Syari’ah dan S1 Bahasa Arab. Tahun ditutup: 2007.


2. MAURITANIA

Lokasi: Nouakchott, Republik Islam Mauritania. Nama Lembaga: Ma’had al-‘Ulum al-Islamiyyah wal-‘Arabiyyah. Tahun berdiri: 1979. Program Pendidikan: Tsanawiyyah (setara SMA) dan S1 Syari’ah. Tahun ditutup: 2003.


UNIVERSITAS AL-IMAM DI NEGERI PARA HUFFAZH


Mauritania, Negeri yang dikenal sebagai rahim para penghafal Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan, metode klasik menghafal yang digunakan di sana masih murni diwariskan turun-temurun berabad-abad lamanya. Tak heran jika Universitas Al-Imam Arab Saudi pun memilih mengembangkan sayapnya di Negara ini. Dibukalah cabang Al-Imam yang berlokasi di ibukota Mauritania, Nouakchott. 

Didirikan pada tahun 1399-1400 H. / 1979 M., dengan memiliki 2 lembaga: Tsanawiyyah (setingkat SMA) dan Universitas. Masyarakat setempat di kemudian hari lebih mengenalnya dengan nama ‘Al-Ma’had As-Su’udi’ (Kampus Saudi). Tercatat sebagian alumninya telah sukses menjadi Menteri, Wartawan, Hakim, dan Professor.


Setelah beroperasi sekitar 30-an tahun lamanya, kampus ini harus ditutup resmi oleh pemerintah Mauritania pada tanggal 8 Juni 2003. Alasannya adalah sekitar 12 warga negara Mauritania yang bekerja sebagai staff pengajar di kampus ini dituduh memiliki hubungan dengan jaringan terorisme di luar Mauritania. Para tersangka pun ditangkap dan ditahan. Lalu pada 26 Juli 2003, 107 pekerja Arab Saudi di kampus cabang Al-Imam tersebut dipulangkan ke negara asal.


Saat ditutup, kampus ini memiliki sekitar 2000 pelajar. Sebagian dari mereka pada tahun 2015 melanjutkan studi di LIPIA Jakarta, cabang Universitas Al-Imam di Indonesia. Mereka adalah para pelajar dari Republik Ghambia, negara tetangga Senegal. Di antara alumni kampus Mauritania ini adalah dosen LIPIA untuk mata kuliah Ushul Fiqih, Dr. Muhammad Hasan Asy-Syinqithi.


13 tahun berikutnya, Pemerintah Mauritania berubah pikiran. 23 Juni 2016, mereka putuskan secara resmi pada pertemuan mingguan itu untuk memberikan sebidang tanah untuk kampus cabang Universitas Al-Imam Arab Saudi di Nouakchott, ibukota Mauritania, setelah 13 tahun ditutupnya kampus tersebut. Kementrian Agama Mauritania menyatakan bahwa penutupan kampus saat itu (oleh pemerintahan Mu’awiyah Walad ath-Thayi’) adalah sebuah kesalahan.


Maka pemberian tanah ini diharapkan mampu membuka kembali kampus cabang Universitas Al-Imam serta mengokohkan hubungan bilateral antara kedua Negara; Arab Saudi dibawah pimpinan Raja Salman bin Abdul Aziz dan Mauritania dibawah pimpinan Presiden Muhammad Walad Abdul Aziz. Seorang Jurnalis Mauritania, Muhammad Walad Asy- Syina menjelaskan bahwa sebenarnya penutupan Kampus Al-Imam pada tahun 2003 itu dikarenakan banyak

faktor, di antaranya tuduhan yang

muncul pasca teror WTC 11 September

yang kemudian diarahkan kepada para

Islamis.


Ahmad Syauqi Walad Al-Mukhtar,

Politikus Mauritania menyatakan

bahwa tujuan dari pendirian kembali

kampus cabang Universitas Al-Imam

di Mauritania adalah kerjasama kedua

Negara untuk menghadapi ancaman

Iran dan Syi'ah.


- Sumber: Mourassiloun, Al-Hayat,

Al-Yaum, Al-Khalij Al-Jadid


3. INDONESIA

Lokasi: Jakarta, Medan, dan Surabaya, Republik Indonesia. Nama Lembaga: Institut Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (IIPIA). Tahun berdiri: 1981. Program Pendidikan: I’dad Lughawi, D3 Pendidikan Guru, S1 Syari’ah, S1 Manajemen Ekonomi, S1 Bahasa Arab, dan S2 Syari’ah. Terus beroperasi hingga sekarang.


4. DJIBOUTI

Lokasi: Djibouti, Republik Djibouti. Tahun berdiri: 1981. Nama Lembaga: Al-Ma’had Al-Islami. Program Pendidikan: Mutawassithah (setara SMP), Tsanawiyyah (setara SMA), D3 Pendidikan, I’dad Lughawi. Terus beroperasi hingga sekarang.


UNIVERSITAS AL-IMAM DI DJIBOUTI, AFRIKA TIMUR


Melalui keputusan resmi pemerintah Kerajaan Arab Saudi, serta keinginan masyarakat Republik Djibouti dan tanggapan cepat dari Universitas Al-Imam Muhammad bin Saud (Riyadh, KSA), berdirilah kampus bernama Al-Ma’had Al-Islami di Djibouti pada tahun 1401 H./1981 M. Kampus ini adalah perpanjangan tangan dari Universitas Al-Imam, seperti halnya cabang-cabang lainnya di berbagai Negara.


Pada tahun 1981 tersebut berdiri 2 Program Studi Kampus, yaitu Marhalah Mutawassithah (SMP) dan Tsanawiyah (SMA). Lalu pada tahun 1992 dibukalah Prodi persiapan Bahasa Arab untuk orang-orang non-Arab. Setahun setelah itu, pada 1993, dibuka Diploma Pendidikan untuk para pengajar. Hingga kemudian 10 tahun berikutnya, pada 2003, datang persetujuan dari Rektor Universitas Al-Imam untuk mengembangkan Prodi Diploma ini sehingga menjadi 2 tahun masa studi.


Dari ringkasan sejarah perjalanan Kampus ini di bumi Afrika, kita bisa melihat ia memiliki 3 Prodi utama:

1. Diploma Pendidikan: dimaksudkan untuk mempersiapkan para Guru Sekolah Dasar yang berasal dari alumni SMA.

2. Kelas Persiapan Bahasa Arab: dimaksudkan untuk mengajarkan Bahasa Arab bagi para pemula dari kalangan non-Arab.

3. Sekolah Umum tingkat Menengah: yakni Mutawassithah (SMP) dan Tsanawiyah (SMA).

.

Adapun keistimewaan yang diberikan oleh Kampus ini kepada para pelajarnya antara lain:

- Studi di seluruh Prodi dan Sekolah tidak dipungut biaya alias gratis.

- Setiap pelajar mendapatkan buku pelajaran secara gratis

- Setiap pelajar mendapatkan uang saku bulanan secara cuma-cuma; 100 Riyal Saudi untuk pelajar SMP, 150 Riyal Saudi untuk pelajar SMA, dan 200 Riyal Saudi untuk para mahasiswa Diploma.

- Kampus memberikan hadiah-hadiah istimewa bagi para pelajar berprestasi.


Untuk mengikuti berita terkini seputar kampus ini, Anda dapat membuka situs resminya: www.mahad-dj.com atau akun twitternya: @djibouti_inst


5. JEPANG

Lokasi: Tokyo, Jepang. Tahun berdiri: 1982. Nama Lembaga: Arabic Islamic Institute. Program Pendidikan: I’dad Lughawi, Studi Islam dan Pendidikan Islam untuk anak. Terus beroperasi hingga sekarang.


UNIVERSITAS AL-IMAM DI JEPANG


Arabic Islamic Institute, nama lembaga sekolah tinggi cabang Universitas Al-Imam Muhammad bin Saud (Riyadh, KSA) yang berlokasikan di Tokyo, Jepang, telah berdiri sejak tahun 1982. Perintisan ini dimula sejak masa pemerintahan Raja Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud -rahimahullah-, beserta sang Wali ‘Ahd pangeran Salman bin Abdul Aziz al-Saud melalui surat keputusan kerajaan no. 5/M/11751 pada tanggal 17/5/1398 H. 4 tahun kemudian, pada tanggal 25/2/1402 H. bertepatan dengan 10 Desember 1982 M. kampus ini resmi dibuka untuk para pelajar Jepang.


Seluruh dana pengoperasian lembaga ini mengalir dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Dapat kita bagi sejarah pembangunan kampus ini menjadi beberapa fase:

- Fase Perintisan: 1982-1986 Kampus ini masih menggunakan bangunan sewaan.

- Fase Azabu Lama: 1987-1996 Kampus ini mulai pindah ke bekas bangunan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, di wilayah Azabu, Tokyo.

- Fase Pembangunan Ulang: 1996-1999 Raja Fahd mendanai pembangunan ulang Kampus di Azabu dengan 27 juta Riyal Saudi. Luas lokasi sekitar 1398 m2.

- Fase Azabu Baru: 2000-sekarang.


Kampus ini memiliki 3 Program Studi utama:

1. Kelas Persiapan Bahasa Arab Pagi: dengan masa belajar 2 tahun/4 semester (1 semester: 15 pekan, 1 pekan: 20 jam pelajaran). Lulus dari prodi ini mendapatkan ijazah Diploma dan kesempatan melanjutkan studi di Universitas Al-Imam atau cabangnya.

2. Kelas Persiapan Bahasa Arab Sore: dengan masa belajar 2 tahun/4 semester (1 semester: 15 pekan, 1 pekan: 6 jam pelajaran). Lulus dari prodi ini mendapatkan ijazah Diploma Pendidikan Bahasa Arab.

3. Program Kerjasama dengan Universitas-universitas Jepang:

- Pendidikan Bahasa Arab untuk tujuan kebudayaan, bekerjasama dengan Universitas Wasida.

- Pendidikan Bahasa Arab untuk tujuan komunikasi, bekerjasama dengan Universitas Tokyo.

- Pendidikan Suara Bahasa Arab, bekerjasama dengan Universitas Tokyo

- Pertukaran Kebudayaan melalui kunjungan dan ceramah, bekerjasama dengan Universitas Jinsin dan Universitas Sijin.


Untuk mengikuti

berita terkini seputar kampus ini,

Anda dapat membuka situs resminya:

www.ai-t.org atau akun twitternya:

@aii tokyo.

Di antara tujuan pendirian lembaga

ini (sebagaimana tercantum di dalam

website resminya) adalah:

- Pendidikan Bahasa Arab dan

pemasyarakatannya kepada

orang-orang non-Arab

Mempererat hubungan persahabatan

antara bangsa Jepang dan Arab, serta

hubungan bilateral kedua Negara

secara khusus, serta dengan seluruh

Negara-negara lslam secara umum.

- Pengenalan Budaya Arab dan Islam -

Kontribusi pelayanan kebudayaan bagi

masyarakat Jepang

- Penerjemahan tulisan-tulisan ilmiah

Islami dari bahasa Arab ke bahasa

Jepang


6. AMERIKA SERIKAT

Lokasi: Washington, USA. Tahun berdiri: 1990. Nama Lembaga: Institute of Islamic and Arabic Sciences in America (IIASA). Program Pendidikan: S1 Studi Islam dan Diploma Bahasa Arab. Tahun ditutup: 2004.


UNIVERSITAS AL-IMAM DI NEGERI PAMAN SAM


Berlokasi di Hill Top, kota Washington, sebuah lembaga pendidikan Bahasa Arab dan Islam cabang Universitas Al-Imam didirikan, tepatnya pada tahun 1410 H. / 1990 M. setelah mendapat surat keputusan resmi dari Kerajaan Arab Saudi atas izin pendiriannya pada tanggal 9 Muharram 1409 H. Lembaga ini bernama Institute of Islamic and Arabic Sciences in America, disingkat IIASA.


IIASA memiliki 2 program pendidikan: S1 jurusan Studi Islam dan Diploma pembelajaran Bahasa Arab. Keduanya menggunakan sistem SKS. 1 Semester KBM berlangsung selama 16 pekan. Untuk S1 Studi Islam harus diselesaikan 123 jam pelajaran per semester. Sementara itu, untuk Diploma Bahasa Arab dibagi menjadi 2 program:

.

1) Intensif, program 4 semester dengan 25 jam pelajaran per pekan.

2) Non-intensif, program 6 semester, dengan 6 jam pelajaran per pekan. Para pelajar di sini datang dari 2 benua; Amerika Utara dan Selatan.


Setelah beroperasi selama hampir 15 tahun, di awal tahun 2004, Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan surat keputusan bahwa seluruh Diplomat Arab Saudi hanya dibolehkan bekerja di Kantor Kedubes atau kantor-kantor yang terkait dengannya. Sementara itu, cabang Universitas Al-Imam ini berstatus sebagai lembaga Saudi non-laba. Intinya, Kerajaan Arab Saudi harus mengubah status kampus menjadi lembaga Amerika non-laba, dan memproses ulang masuknya para staff kembali ke sana. Hingga tahun 2019 ini, belum ada kabar lebih lanjut tentang rencana ini.


Pada mulanya, pihak Kampus menyatakan bahwa pencabutan visa seluruh staff kampus tidak akan menyebabkan Kampus berhenti beroperasi. Namun kenyataan yang terjadi adalah kampus tidak bisa lanjut beroperasi dengan tidak adanya mereka. Dan keberadaan mereka digantung sampai status hukum kampus resmi diubah.


Demikianlah pernyataan resmi Kampus terhadap media, terutama atas banyaknya tuduhan bahwa Kampus ditutup karena dianggap menebar pemikiran ekstremisme dan terorisme. Padahal ini adalah tudingan tak berdasar. Sebab selama 15 tahun Kampus amat terbuka bagi pihak mana pun yang ingin melihat kurikulum dan proses KBM-nya.


Tentu saja tuduhan ini adalah imbas dari peristiwa 11 September 2001 di New York. Sungguh komitmen Kampus sejak didirikan tidaklah berubah, senantiasa berpegang pada moderatisme dan toleransi,terutama pada Agama-agama Samawi,bahkan prioritas utama Kampus dan Kerajaan Arab Saudi sendiri adalah memerangi terorisme, bahkan sebelum menjadi benih di kepala.


- Sumber: Voice of Arabic, Al-Yaum




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Seputar Pendaftaran LIPIA Jakarta

Menjadi Mahasiswa LIPIA

Kumpulan Materi & Soal tes LIPIA Semua Jurusan